SAAT BUMI INI KU JEJAK
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
بسم الله الرحمن الرحيم
Kali pertama saya menjejakkan kaki ke tanah jordan yang kelihatan cuma bumi gersang tanpa hijau dedaun macam yang biasa kita tengok kat Malaysia. Tidak ada menara hebat dan tinggi2 macam menara Alor Setar, KLCC ataupun shopping mall mcm tesco atau aeon big. Tapi yang membuatkn saya tertarik dgn bumi urdun ini adalah bagaimana kegersangan tanah sy syam ini sangat tidak mengatasi sabarnya para nabi berdakwah pada jalan agama yg satu ini. Inilah bumi anbiya bumi yang pernah menjadi jejak-jejak rasul malah sahabat2 yg gugur pada jalan jihad yg indah ini.
ARAB YG PELIK
Bagi pelajar baru seperti saya memang agk janggal juga tengok org arab disini yang memang ranggi dari segi pemakaian mereka. Bayangkan wanita arab yg berjubah serba hitam tu boleh pkai high heels kaler pink padahal naik bas jee pon. Memang diorg suka bergaya dan itulah hakikatnya.
BUMI URDUN YG BARAKAH
Meskipun dari mata kasar Jordan tidak ada apa yg boleh dibanggakn lebih-lebih lagi di di Mafraq tempat tinggal kami ini. Bumi yg berdebu,kering kontang tiada hiburan tapi betapa mustajab doa saat hati meminta pada sang pencipta. Malah senior kami yang sempat kami jumpa sebelum dia khirij yakni tamat belajar dan sudah hendak pulang ke Malaysia kat sini pon ada mengatakan perkara yang sama. Arab sangat menghormati orang Melayu apatahlagj yang bertudung labuh sebab mereka tidak seperti kita penuh dengan sifat-sifat kemelayuan serta sopan santun. Arab ini kasar, pengotor suka menipu dan macam-macam lagilah mengikut pengalaman mereka yang bermacam-macam tu.
BELAJAR DARI BUMI GERSANG
"Saat hati itu tandus seperti bumi gersang ini namun jiwa yang bertawakal padaNya tetap akan sentiasa basah dan bercahaya sepertimana saat Hajar sudah mulai lelah mencari mata air di padang pasir yang luas. Tatkala itulah Allah memancarkan mata air dari ketukan tongkat Hajar."
Itulah makna sabar...itulah makna takwa.
Moga Allah redha
Salam perantauan dari tanah gersang Mafraq🐪🌍
Comments
Post a Comment